Jumat, 31 Oktober 2008

addition for Ministry of Sinistry blog entry

Just an addition for the blogger's last entry: Ministry of Sinistry,


I would like to say to the evil Ministers:

for all the pressure that you have exerted on innocent people,
for all the aspect of your power that you have merrily abused,
for whatever you do that brings adverse impact to our welfare,
for the bitterness and the injustice, for the sweet revenge we secretly desired,
for laughing at our expense, cheering and partying when we cry and suffer,
me, on the behalf of others with like mind, I'll just quote Tyra Banks

" KISS MY FAT A*S!!!"

I know its kind of stupid and it does not change anything, nor cures the past wound, but some thing justs need to be shout out loud, and let go.
I may or may not forgive you, but I won't forget your name.
My name is Sweet Revenge, descendants of Sweeney Todd, I write on my friend's blog because he lets me to do so. Thank You

Jumat, 24 Oktober 2008

Ministry of Sinistry

b"Wahai kau burung dalam sangkar

sungguh nasibmu malang benar

tak seorang pun ambil tahu..."



Ini adalah bagian dari lirik sebuah lagu lama. Gw aja uda lupa2. Lupa lagunya kaya apa, lupa judulnya, lupa penyanyinya. maaf ya...

tapi bagian yg ini gw inget. knapa? bagus sih...meaningful gtu...



trus ada lagu sejenis gtu...lagu dari film Sweeney Todd...judulnya Green Finch and Linnet Bird, dinyanyiin sama yg jadi Joanna. Sayangnya ini bukan lagu favorit gw dibandingin lagu2 laen di film itu, jd gw ga apal. kira2 ada bagian gini nya...

"Green finch and linnet bird... bla bla bla

teach me how to sing....

bla bla bla bla, never take wings..."



pokoknya intinya kurang lebih sama.

burung yg merasa murung karena terkurung di dalam sarung. menangis menggerung-gerung meraung-raung. terbang syung syung syung. jatoh: plung! plung! plung!

hehe. becanda.



Sebenarnya, siapakah yg paling bisa mengerti perasaan si burung?

Kayaknya teman2 yg tinggal sesangkar deh...

Makanya isi cerita kali ini lebih bisa dimengerti ama temen2 yg tinggal di sangkar gede yg sama dgn gw. bagi yg gak dari sangkar gw, silakan mencari sebuah entry di http://sexinferis.blogspot.com/ sekitar bulan agustus/sept 08, pokoknya tentang sebuah negara yg dimanipulasi oleh ministers, dimana ada minister baik dan minister jahat.

Dari entry itu anda bisa mendapatkan rough idea tentang kehidupan dalam sangkar...

sayangnya gw sejak lahir hidup dalam sangkar melulu...cuma sangkarnya pindah dari satu ke yang laen...situasi berubah tapi tetep dalam sangkar..



ok. bicara tentang negara itu...negara yg diperintah oleh minister2...

gw kagum atas kritik cerdas dan berani dari si pembuat blog. gw ngiri sama si pembuat blog. sebut saja namanya Mr X. Mr X adalah seorang yg bebas, makanya dia bisa bebas nulis kayak gitu, tanpa takut nyawanya terancam. Lagipula, dia adalah salah satu sumber duitnya para Ministers. Sedangkan gw, gw adalah seorang budak. dan gak cuma gw sendiri, yg tinggal di penjara ini mayoritas budak kok. lo bingung kenapa orang bebas milih tinggal di penjara? mungkin karena temen2nya dia banyak yg budak, jd dia tinggal di penjara bersama budak2 teman2nya. mungkin juga karena penjara ini deket banget sama kantor polisi. wink wink... peringatan terakhir: what you see here is not really literally what you get. Dan karena gw dan temen2 gw adalah budak, kita ini bukan sumber duit bagi para ministers. jadi wajar saja kalo kita mendapat perlakuan yg lebih buruk daripada orang2 bebas. jadi, pemirsa, ladies and gentlemen, kalo saya seolah2 menghilang dari peradaban dunia setelah saya mempost blog ini, mungkin saya sudah dipancung oleh para ministers2 itu. tapi, bagi orang2 yg tak mampu menerima kenyataan pahit dan ketidak adilan, anggap saja saya pergi ke Mars trus kehabisan bahan bakar dan kepincut Alien Mars yg ganteng, jd saya tidak balik lagi ke bumi. Saya tidak meninggalkan surat wasiat karena apalah yg saya punya selain seragam narapidana...kan saya ini budak apanya yg mau diwarisin?

Kembali kepada isu2 yg bergejolak di ministry of suasini. (disinilah disini, maksudnya) (ohya btw, ngomongin isu, kita harus irit kalo pake tisu, save trees save the world :P)
iya, ministry2 itu kejam2 banget. walaupun mereka jarang maen fisik (emangnya tawuran?) tapi verbal abuse mereka jago banget. pokoknya kita budak2 selalu dicurigain. di penjara sini aturannya ketat banget, to the point of kita nggak ngerasa jadi manusia lagi. kita jadi kayak mesin yg diprogram untuk bekerja dan mematuhi aturan yg nyekek abis, ato jadi binatang yang punya insting untuk makan, berkumpul bersama teman sejenis, dan berusaha keluar dari kandang tapi nggak bisa. Hiks2, sedihnya. Maaf ya para volunteer yg baik, kalian tidak ada yg bisa menyelamatkan budak2 disini. Tapi kalo mau jenguk kita boleh2 aja, bawa oleh2 jgn lupa untuk meringankan beban penderitaan kita.

Aarrgh...gw ngelantur melulu. Pokoknya kita kan lagi ngomongin verbal abuse. Kadang2 some ministers mengolok2 kita atas sesuatu yg bukan dalam kontrol kita, ato sesuatu yg ga pantes diolok2. Pokoknya kurang lebih kayak mengolok2 orang kulit hitam, padahal kalo emang udah lahir kayak gitu mau diapain lagi? Atau bisa juga mengolok2 katak atas takdirnya menjadi seekor katak. Pokoknya ridiculous, tapi tetep bisa menyakitkan hati. COntohnya misalnya begini. Ada seorang gadis kecil yg berkulit putih. kemudian dia diledekin orang2 sekitarnya, termasuk para ministers. kemudian gadis kecil itu berlari ke sebuah lapangan terbuka, dan ketika hujan turun dan orang2 berlindung, dia ketiduran di lapangan itu. akibatnya, petir menyambar. kemudian dia jadi item gosong. si gadis sedih tapi dia diam2 seneng juga, kalo dia udah item kan artinya dia ga bakal diledekin 'putih kaya mayat, ato mandi pake pemutih' gitulah. nah begitu dia balik dan menunjukkan kehitamannya, beberapa orang ngeledekin dia, termasuk beberapa teman sesama budak. kasihan. tapi yg ngeledekinnya paling parah adalah para ministers kejam. mereka gak puas kalo orang belum kelihatan tertusuk belati dan belom nangis darah. pokoknya ministers2 jahat itu ngeledekin si gadis karena dia jadi lebih item daripada orang2 pada umumnya. karena mereka semua tahu bahwa penyebab gadis itu gosong adalah sambaran petir, dan penyebab sambaran petir adalah si gadis itu keluar, dan penyebab si gadis itu keluar (dan ga masuk pas ujan turun) adalah perbuatan ministers2 (dan beberapa orang juga sih) yg berhati duri busuk, kejam banget gituloh maksudnya, kemudian pihak2 yg bersalah memutuskan untuk menuding generous party (sang dermawan) Mereka bilang sang dermawan adalah penyebab si gadis kesamber petir dan akhirnya jadi gosong banget. Sounds very ridiculous? itulah kenyataan, cuma di sugar-coat aja. Maksudnya bungkusnya boleh beda tapi isinya kurang lebih sama.

kalo Anda masi bener2 bingung dan mengira saya sudah gila, mungkin Anda perlu scroll ke atas dan mengklik link ke blog lain yg menceritakan juga tentang kehidupan di penjara, hanya saja blog itu dibuat dari sudut pandang orang bebas, sedangkan blog ini dibuat oleh seorang tahanan.

Kalau Anda bersimpati terhadap hidup anak2 yg malang yg akan segera kehilangan jiwanya, berdoalah untuk kami karena hanya Tuhanlah yg lebih berkuasa daripada Ministers2 jahat kejam licik bangsat berengsek namun berkuasa itu. maafkan kata2 ekspletif dari saya (maksudnya kata2 yg keluar dari emosi yg meledak) namun Anda sekalian perlu tahu, meskipun Anda berkunjung ke penjara ini dan melihat senyum di wajah para tahanan termasuk saya, ketahuilah bahwa jauh di lubuk hati kami, kami berontak dan berteriak untuk meminta kebebasan. Bagi orang yg terharu, simpan air mata Anda. Hari kebebasan, cepat atau lambat akan datang. Namun selama kita hidup, setelah kita keluar dari mulut harimau biasanya kita akan jatuh ke mulut buaya. Setelah kita lolos dari si buaya, mungkin kita akan jatuh ke tangan preman yg membawa pistol otomatis. mana kita tahu apa yg akan terjadi selanjutnya? kejadian berantai ini tidak akan berakhir sampai kita jatuh ke liang kubur.

jadi sekarang saya bingung, setelah bebas dari penjara ini, kemanakah nasib saya? ke mulut singa? atau ke tangan manusia lain yg lebih kejam? --angkat bahu--

Resesi (rese, si!!!) >:@

Siapa sih yang gak kesel sama resesi ekonomi? Walaupun gw bukan seorang pengamat ekonomi, walaupun gw belum cukup dewasa untuk mengerti pentingnya membaca rubrik politik dan ekonomi di koran (biasa baca kartun doang), gw cukup terpukul keras gara2 resesi ekonomi, bahasa kerennya global economic recession. (haha)
gw terpukul, terpuruk, benjol dan bokek.

Iya, BOKEK. Gimana gak? Harga barang2 naek semua. Ada yg naek dikit, ada yg ngelunjak (kayak adek gw) Gw gatau orang2 laen mengalami hal ini gak, kayaknya sebagian besar tenang2 aja tuh :S Gw ngiri deh sama orang2 yg hidupnya gak terpengaruh. Kebanyakan duit kali ya? Mending kasih gw aja sini napa?
Emang dunia itu nggak adil, bo!

Gw baca sebuah rubrik di koran yg ngebahas soal resesi ekonomi global ini. Sang reporter mewawancara beberapa orang dari berbagai kalangan yg berbeda background (latar belakang) dan mata pencahariannya (otomatis pendapatannya jadi beda juga)

Gw gatau harus syok ato harus biasa aja.
Pokoknya orang yg miskin itu paling ngerasain bedanya. Mereka ada yg ketakutan kehilangan pekerjaan, yg menimbulkan domino efek berupa anak2nya gak bisa sekolah, sekeluarga gak bisa makan dan mungkin terpaksa jual rumah dan tidur di MRT station, ato pura2 jadi monyet dan tidur di zoo dan makan pisang ama kacang tiap hari. (kok mirip gw ya? gw juga makan pisang&kacang, gw cerdas kayak simpanse, gw tidur di 'zoo' yg mirip penjara bagi hewan2 muda yg pintar namun tak berdaya melawan sistem yg ada...hiks hiks hiks mungkin inilah yg namanya 1st world poverty. gak ngerti? liat GP notes gw. dots dots dots ^^')

Gw kasian ama mereka. Hidup itu emang gak adil. Itu penderitaan golongan low income (pendapatan relatif rendah), maksudnya yg kerja 'kasar' (tukang bersih2 gitu, dll) , makanya tangannya kasar, sering diperlakukan kasar, pendapatannya bener2 kasar dan nasibnya kasar banget...

Golongan menengah cukup terpengaruh, walaupun gak sebesar golongan bawah. Ada yg rencana pernikahannya harus ditunda, bulan madunya dipendekin dan budgetnya dikurangin drastis, ada yg tadinya mau punya anak gak jadi gara2 biayanya (ingat, beli kondom itu jauh lebih murah, lebih aman dan lebih praktis daripada bikin anak tanpa direncanakan matang2. Practise safe sex. ;) wink! Play safe play smart ;) wink! ) tapi setidaknya kelaparan bukan ancaman utama mereka. Cuma mereka takut kehilangan pekerjaan juga sih (siapa tau bos kantornya lebih milih mempekerjakan komputer daripada manusia)

Nah, golongan yg pendapatannya tinggi (high income group) kebanyakan ga terpengaruh. Bisnis mereka tetep jalan, mereka dapat pendapatan tetap (highly unlikely untuk kehilangan pekerjaan) dan hidup mereka seneng2 aja. Kalo mau beli apa2 ga harus putar otak 7 kali, ga harus tarik napas dalam2 10 kali dan ngitung dari 0 sampe -100, ga perlu takut bokek, ga terancam kelaparan ato terlilit hutang apalagi sampe kehilangan rumah. Beberapa malah masih bisa 'bersosialisasi' (you know, acara2 gak penting yg penuh dengan percakapan dan pastinya biayanya gak sedikit)

Golongan yg terakhir ini emang ada, walaupun gw sendiri emang sulit untuk percaya. Masa iya sih? harga barang naek2 kepuncak gunung, tinggi2 sekali... kayak gini mereka ga bergeming juga... ngiri sih iya... tapi emang ada bukti2nya kok. Mal2 di orchard banyak yg diupgrade. Artinya developernya emang ga bakal kehabisan resource (baca: kapital/duit) dan yg bikin pasti optimis ada calon konsumer yg gak perlu ngirit dan mampu untuk beli barang yg lebih mahal (karena biasanya makin bagus tempatnya, makin mahal harganya, ya ga?)

Trus ada juga orang2 yg menemukan peluang bisnis baru di tengah2 kekacauan dunia kayak gini. hahaha. Entah mereka emang pinter banget, punya jiwa bisnismen yg jeli ngeliat situasi dan gak habis akal, ato mereka licik, bagaikan serigala berbulu domba yg bisa bersenang2 di atas luka orang laen. Gw ga tau yg bener yg mana, dan gw bukan dalam posisi yg tepat untuk menjudge mereka.

Hhh... tapi tetep aja resesi ini mencekik seorang anak muda yg keren dan hebat seperti gw, dan anak ini terancam kepunahan!!!

Tapi kalo dipikir2 di dunia ini, biarpun katanya manusia telah melalui berbagai peradaban sehingga seharusnya semakin beradab namun kenyataannya masih banyak yang biadab, hukum rimba, hukum yg dipercaya sebagai hukum para binatang yg menandakan primitive lifestyle alias absennya struktur peradaban (aduwh...kata2nya cheem banget....gw aja bingung bacanya)
masih berlaku. Maksud gw, hukum rimba masih berlaku. Masih banget. Benar2 berlaku.

Pokoknya hukum rimba itu kurang lebih begini : yg lebih kuat menang.
contoh: kalo maen panco ato tinju, yg lebih kuat menang, yg lebih lemah ya kalah (baca: babak belur, bonyok, terluka, dll)
Terus hukum rimba itu terkait sama hukum evolusinya mas Charles Darwin (maaf ya mas, walaupun mas bukan orang jawa, tapi menurut gw lebih terhormat dibilang mas daripada Mbah, kesannya kayak dukun gitu) Charles Darwin mengusulkan teori "survival of the fittest" yg berarti yg lebih fit yang menang.
contohnya: kalo gw ama elo ngeliat duit di tengah jalan, yg bakal dapet duit ialah yg larinya lebih cepet dan duluan ngambil duitnya.

Hukum rimba dan hukum Darwin terdengar kejam...kayak gak ada belas kasihan gitu, tapi kenyataannya itulah yg terjadi sehari2 di sekitar kita. Masalahnya mungkin di hukum rimba, yg lebih kuat biasanya diasosiasikan dengan yg badannya lebih besar. (contohnya kalo singa dewasa berantem ama bayi domba, jelas aja yg kedua kalah) Di kehidupan sehari2, lebih 'besar' bisa berarti lebih 'kuat'. kuat bukan dalam otot ato tulang, tapi dalam posisi.
Misalnya orang kaya, orang yg berstatus dan berjabatan tinggi gitu.
Orang2 kayak gini yg cenderung survive.
Contoh nyata: calon wapres USA, Sarah Palin, yg menghabiskan 5 ato 6 digit US dollar buat beli baju for the sake of show off buat kampanye, biar keliatan keren gitu.
Trus Paris Hilton yg perawatan tubuhnya pasti mahal, barang2nya designer punya, mahal2, blah blah blah.
Plus industri perfilman Hollywood yg despite kesulitan ekonomi kayak gini masih bikin film yg berbudget astronomical (angkanya selangit gitu deh...)
Ketiga pihak di atas tampaknya sedikit sekali terpengaruh dengan global economic recession. Kayaknya kalo mereka biasa makan di restoran bintang5 dan belanja di toko2 berkelas, ga bakal dikurangin ato berganti pilihan di era kebokekan ini.

padahal coba bandingin sama banyak orang2 kecil, orang2 lemah. Yang kalo ga ada campur tangan dari luar (either pemerintah ato sukarelawan) susaaaah banget cari makan. boro2 sekolah. tiap hari adalah perjuangan antara hidup dan mati. contohnya rakyat2 di irak yg tak berdosa yg menjadi korban perang. Orang2 miskin di afrika, bahkan di indonesia (dan 3rd world countries lainnya) Para pemulung2 yg hidupnya tergantung banget sama belas kasihan Tuhan, alam sekitar dan orang2 sekitar. Hidup mereka jadi semakin buruk aja tuh gara2 resesi ekonomi. contohnya tukang ojek yg menderita gara2 harga bensin naek. orang2 yg dipecat dan bingung mau ngasi keluarganya makan apa? angin. dll.

Bahkan orang2 kayak gw (tergolong menengah kali ya) harus mengurut dada, kepala, pundak lutut kaki lutut kaki, gara2 resesi ekonomi ini. Kalo liat baju bagus, harus tarik napas, nyanyi lagu bintang kecil sambil muter2 di tiang kayak felem india, kemudian berbisik kepada diri sendiri "ooiii bokek nihh.....kasihanilah..." diiringi suara jeritan dari dompet gw "aaahh....gw kanker!!! kantong kering!!!!" Trus gw bertekad mau lebih jarang makan sushi (mahal sih), gantinya makan roti aja yg lebih murah...

Itupun baru sekarang. Gw gatau masa depan gw gimana. Pajak naik bikin harga barang naik. Harga barang naik bikin gw bokek. Soalnya banyak kebutuhan yg gak bisa diabaikan sih...mau gimana lagi? Di masa depan...apakah gw bisa menabung ato gw akan menjadi bokek dan mengemis kepada menteri pendidikan singapura plus kepala sekolah untuk dapat dana bantuan...tapi itu kurang penting

apakah orang2 yg miskin dan kelaparan akan mati semua? apakah mereka bisa hidup layak seperti manusia? ataukah mereka akan seperti rumput, yg kemaren lahir dan besok mati?
Bagaimanapun, mereka adalah orang lemah yang tak berdaya melawan hukum yg ada. Hukum rimba. The survival of the fittest. No. The survival of the richest. And the death of the poorest.

Life is soooo unfair....but what can we do?


sigh.....


zzz....

Sabtu, 04 Oktober 2008

Macam-Macam Orang-Orang

Selamat Hari Lebaran buat yg semua yg merayakan....mohon maaf lahir batin....(ketauan nih gw kebanyakan dosa)
Maaf ya, telat, habis internetnya macet mulu...lagian gw ini ditengah2 promotional exam yg kejamnya setengah mati!!! Soalnya susah2 banget!!! idiiih!!!!

Ngomong2 lebaran...gw kangen banget ama suasana lebaran di Indo. Di sini, karena kaum Muslim (yg biasanya adalah orang2 Melayu) adalah minoritas (iya yah? sedih banget...), jadi suasana Lebaran kalah jauh dibandingin Chinese New Year ataupun Natal (yg terakhir, gw rasa bukan karena banyaknya kaum kristiani, tapi karena alasan komersial untuk menarik turis2 mancanegara, huh!) Disini gw cuma libur 1 hari, sedangkan adek gw di Indo libur 1 minggu. Dan keluarga gw mengkhianati gw dengan pergi ke puncak, mencampakkan gw di negeri yang tidak mengenal belas kasihan ini, dimana gw harus bertahan hidup berdasarkan kepada hukum rimba yang tidak berbelas kasihan ini. Hiks Hiks Hiks... (pembaca, ayo terharu dong...)

Beneran, gw kangen mendengarkan adzan maghrib setiap jam 6 sore di TV (walaupun gw bukan muslim, setidaknya itu peringatan buat gw biar nggak nempel terus ama TV, mandi kek gitu...)
Gw kangen sama ketupat yg kulitnya bisa berubah dari ijo jadi coklat muda kalo dimasak...yang diisinya beras tapi pas uda jadi isinya lebi lengket dan padet daripada nasi...gw kanget motong ketupat walaupun gw ga perna bisa rapi dan akhirnya blepetan lengket2 kemana2...
Gw kangen masakan kari bibi gw yg kuahnya ga terlalu pekat tapi rasanya enak...dan gw biasanya ngaduk2 buat dapetin potongan buncis dan wortel di dalem kuah kari. Kalo beruntung bakal ada sayur pete di meja, dan adik gw bakal menjauhkan sayur itu sejauh-jauhnya dari pandangannya (hal yang sama berlaku pada sambel terasi) Sebenarnya emang pete itu rasanya enak, tapi lebih enak lagi ngomong sama adek gw setelah gw makan pete. Ahh...puas rasanya.

Untung artis2 Hollywood jarang yg suka pete (emang ada ya?) gw bayangin kalo mereka syuting trus pesen katering buat makan siang dan menunya sambel pete. Habis itu syuting yang ada adegan ciumannya. Kayak apa ya jadinya? matanya pasti kelap kelip, soalnya rasa pedesnya masih ada. Trus lobang idungnya bakal kembang kempis dan napasnya bakal megap2. Ya BAU lah ya...hehehe. Makanya di Indo ga boleh ada adegan cium-ciuman, katanya disensor untuk melindungi 'kesucian' penonton, apalagi kalo yg nonton anak kecil yg ga ngerti apa itu, kecuali kalo ciuman itu cara ikan mas berkomunikasi :p. Padahal tujuannya itu untuk melindungi hak para artis, supaya mereka bisa makan pete, jengkol bahkan sirih pun boleh tanpa mengorbankan lawan mainnya. Anyway pete tetep rocks. Tapi Tempe is the BEST!!! YEAH!!!

Oya, ngomong2 ada pertanyaan nih!!! Negara apa yang paling jago bikin ketupat?

apa?

gatau?

jawabannya: Indonesia!!!
ga percaya?
coba deh kalo ke negara laen, misalnya Mesir gitu, trus bilang "Bang, bikinin ketupat dong!!!" Pasti dia bakal bingung trus jawabannya bakal aneh. (mungkin dia bakal mempertanyakan kewarasan anda) Hehehe, walaupun ini garing, seharusnya tidak membuat anda menjadi batuk ato sakit tenggorokan.

Oke, kembali ke Lebaran yg dirayain sama umat muslim di seluruh dunia. Kayaknya nggak di seluruh dunia deh. Mungkin di timur tengah sana namanya bukan Lebaran. ga tau apa. Di sini aja namanya Aidil Fitri, bukan Idul Fitri kayak di Indo. Kadang2 orang yg ga ngerti bahasa melayu cuma bilang "selamat hari raya", which is kalo di translate ke bahasa Inggris cuma "Happy Festival/Celebration Day", ato kalo diterjemahin lebih polos lagi " Happy Day Big" hahaha. Sebenernya kita kudu prihatin juga ama umat muslim di dunia modern ini. Mereka dituduh sebagai teroris lah, pokoknya di jelek-jelekin, padahal gak semuanya jahat. Mereka mengalami diskriminasi di negara2 lain, dimana mereka adalah kaum minoritas yg sering tertindas. Mereka sering dicurigai tanpa alasan yang kuat, trus dibenci dan dipandang rendah.
Pokoknya ujung2nya prejudice and discrimination gitu deh. Padahal seharusnya kita nggak menilai orang dari agamanya, ato dari rasnya (apakah dia ke arab-arab an ato bukan). Dan setau gw, nggak ada agama yg mengajarkan umatnya untuk berbuat jahat. Kalaupun ada, itu namanya ajaran sesat, bukan agama. Logikanya Tuhan kan uda susah2 menciptakan manusia, kenapa dia mau ciptaanNya saling memusnahkan satu sama lain? Kenapa Dia mau melihat umatNya sengsara dan saling bunuh membunuh? Nggak ada orang tua yang enjoy ngeliat anak-anaknya berantem kan? kalo manusia aja bisa begitu apalagi Tuhan yang MahaKasih. kalo emang Dia udah marah banget kenapa gak kirim banjir gede kaya jaman Nabi Nuh aja? Kenapa harus nyuruh orang menjadi hakim dan algojo atas sesamanya sendiri? Nah kalo udah begitu gak abis-abis deh pertanyaannya...

Pokoknya, gw bingung juga sama tindakan teroris2 yg demen ngebom (bukan kentut loh!)
Mereka sadar gak sih yang mereka bunuh tuh sodara2nya sendiri, bahkan banyak orang2 yg ga bersalah? Kalo mereka sebel sama kelompok orang, kenapa gak dateng diem2 pas orang2 itu lagi meeting, matiin lampunya, trus waktu mereka lagi kocar kacir kebingungan, nyanyi lagunya Spongebob Squarepants dengan suara sesumbang-sumbangnya...kan uda cukup menteror tuh (bikin kuping sakit), kalo ga puas boleh lanjut dengan acara kitik-kitik dan cubit-cubitan ama musuhnya. Malah bisa terkenal masuk koran selagi masih idup, daripada keburu mati dengan cara yang super NGGAK COOL dan BARBAR, trus dimaki-maki masyarakat di seluruh dunia lagi. Kalo pake cara gw, siapa tau kalo suaranya bagus bisa masuk American Idol ato disewa buat maen di film musikal Disney. Kan dapet banyak duit, banyak fans pula, trus dikagumi banyak cewek2 cantik lagi. kurang apa lagi??? Kalo emang suaranya jelek, siapa tau bisa diusulkan cabang olimpiade terbaru yaitu kitik2 dan cubit2, kalo menang kan lumayan dapet gelar "jari terkuat" dan mengharumkan nama negara. (eits...sebelum mengharumkan nama negara, harumkan ketek anda terlebih dahulu) Trus daripada bomnya buat ngebunuh orang dan ngerusakin bangunan, kenapa gak bikin terowongan aja dari daerah banjir ke daerah yang kekeringan. kan lumayan tuh, distribusi aer.biar kotor dan gak bisa diminum pun, bisa buat ngaerin sawah ato kebun. Intinya, mending masuk koran and masuk TV daripada masuk Neraka. Ya ga?

Dulu, gw sama temen baik gw pas smp, sebut aja namanya Gisela, sempet pengen jadi teroris juga. Tapi kita bukan tipe teroris yg gak keren seperti yg tukang ngebom-ngebom itu. kalo misalnya kita benci ama presiden amerika, kita masukin aja kecoa ke kamar tidurnya. ato ke dalem kopinya kita tuangin garem. kalo benci satu ato sepuluh orang, kenapa harus bunuh ribuan dan ngorbanin orang2 ga bersalah? Siapa tau diantara orang2 yg kebunuh itu ada temen baeknya pas SD. Nyesel kan? Lagian kecoa dan garem jauh lebih murah daripada beli bahan2 buat bom. Sisa duitnya bisa dibuat beli beras, beli buah, beli sayur, bahkan beli hape, sepatu baru dan ngajak cewek kencan di restoran dan nonton bioskop. Beli ketupat dan pete pun bisa dapet banyak. ya kan?
Intinya, anak2 kadang2 lebih superior karena pikiran kita lebih kreatif, lebih bersih dan ga keburu kalap dan penuh kebencian kayak para teroris yang suka kurang perhitungan.
Gw kangen sama elo, Gis, dan kita seharusnya bangga ternyata kita berdua lebih pinter daripada para teroris itu. Kita jenius!!! HAHAHAHAHA........ (ketawa maniak)

Yups yups yups... begitulah... jadi sebenarnya teroris itu bukan muslim. teroris itu orang2 gila dan sesat. dan goblok. jadi kita jangan sok suci terus mendiskriminasi orang2 yg ga bersalah cuma gara2 agama dan ras mereka (refer to 24 movie series, mereka keren abis!!!) Dan jika anda mengetahui salah seorang kenalan yang ternyata adalah teroris, jangan jauhi mereka. Melainkan, bawalah mereka ke psikiater, bawain coklat dan bunga di hari Valentine, bawain ketupat dan opor ayam di hari Lebaran, dan ajari mereka menyanyi lagu2 keroncong sekaligus matematika dan ekonomi, biar mereka menyadari betapa manisnya dunia kalo mereka ga lupa menambahkan gula ke dalam kopi paitnya.

Berhubung gw udah mulai korslet, gw sudahi dulu post ini....tapi gw masih mau nyambung lagi...soalnya sambung menyambung menjadi satu....kalo nggak jadi negara kepulauan, jadi kereta api, ato setidak-tidaknya jadi kalung ato gelang kan lumayan. daripada gak nyambung. Kayak jaringan internet rusak, jaringan telpon rusak, ato state of mind gw kadang2.

P.S. : Aku jatuh cinta. Sama Sherlock Holmes!!! Hihihi.... :)